Kamis, 15 November 2012

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG HIJAU




LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG  HIJAU
(Vigna Radiata)




Disusun oleh :
1.  Enjang Puji Kusumastuti
2.  Lutfiana Rochmatuz Zamzam

SMA UNGGULAN HAF-SA BPPT GENGGONG
PAJARAKAN PROBOLINGGO
TAHUN AJARAN 2011/2012




BAB I
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang
Setiap makhluk hidup pasti mengalami pertumbuhan seiring berjalannya waktu. Di dalam pertumbuhan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tersebut. Salah satu faktor yaitu adanya cahaya. Dalam dunia tumbuhan, yang cepat mengalami pertumbuhan yaitu biji kacang hijau. Biji kacang hijau memiliki nutrisi yang tinggi dan sangat bermanfaat bagi kehidupan misalnya dalam hal pangan.
Biji kacang hijau sangat menarik dan praktis untuk menjadi bahan penelitian. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian dengan biji kacang hijau untuk mengetahui besarnya pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan pada kacang hijau, baik pada kacang hijau yang berada dalam cahaya terang ataupun gelap.

1.2         Tujtan
-       Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang hijau
-       Perbedaan pertumbuhan antara biji kacang hijau pada cahaya yang terang dan biji kacang hijau pada cahaya yang gelap

1.3         Rumusan Masalah
-       Apakah cahaya mempengaruhi kecepatan tumbuh pada tanaman di tempat gelap dan terang ?
-       Apakah cahaya mempengaruhi warna daun pada tanaman di tempat gelap dan terang ?
-       Apakah cahaya mempengaruhi warna batang pada tanaman di tempat gelap dan terang ?







BAB II
DASAR TEORI
2.1 Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses hidup yang selalu terjadi pada setiap makhluk hidup. Kedua istilah tersebut sering diucapkan untuk pengertian yang sama. Padahal pertumbuhan dan perkembangan memiliki pengertian yang berbeda satu sama lain. Pertumbuhan dapat diartikan sebagai peningkatan ukuran yang bersifat permanent (tetap) dan tidak dapat balik ( Irrevisible), sedangkan perkembangan adalah proses perubahan dalam bentuk. Pada proses pertumbuhan selau terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh peningkatan jumlah sel dan protoplasma. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan bukan merupakan besaran sehingga tidak dapat diukur. Perkembangan pada tumbuhan diawalai sejak terjadi fertilisasi. Calon Tumbuhan akan berubah bentuk dari sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi sebatang pohon yang kokoh atau rumput yang mudah digoyangkan oleh angina. Nama lain proses perkembangan adalah morfogenesis. Proses perttmbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan aktivitas sintetis bahan mentah (bahan baku) berupa molekul sederhana dan molekul kompleks. Tahapan yang dilalui selama melangsungkan proses tersebut adalah sebagai berikut :
1. Tahap pembelahan sel, yaitu sel induk membelah menjadi beberapa sel anak.
 2.Tahap Pembesaran sel, yaitu pembesaran atau peningkatan volume sel anak. Pada sel tumbuhan, peningkatantersebut biasanya disebabkan oleh penyerapan air kedalam vakuola.  Perkembangan sel anak yang telah mencapai ukuran tertentu menjadi bentuk khusus (terspesialisasi) melalui proses diferensiasi. Pada akhirnya terbentuk jaringan, organ, dan individu.
2.2 Klasifikasi dan Morfologi pada Tanaman Kacang Hijau
2.2.1 Klasifikasi Tanaman Kacang Hijau
Kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek (kurang lebih 60 hari). Tanaman ini disebut juga mungbean, green gram ataugolden gram. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan, tanaman ini diklasifikasikan seperti berikut ini.
Divisi                    : Spermatophyta
Sub-divisi            : Angiospermae
Kelas                    : Dicotyledoneae
Ordo                     : Rosales
Famili                   : Papilionaceae
Genus                  : Vigna
Spesies                : Vigna radiata atau Phaseolus radiates
2.2.2 Morfologi Tanaman Jacang Hijau
Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm, tergantung varietasnya. Cabangnya menyamping pada bagian utama, berbentuk bulat dan berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu.
Daunnya trifoliate (terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai daunnya cukup panjang, lebih panjang dari daunnya. Warna daunnya hijau muda sampai hijau tua.
Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar pada cabang serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri.
Biji kacang hijau lebih kecil dibanding biji kacang-kacangan lain. Warna bijinya kebanyakan hijau kusam atau hijau mengilap, beberapa ada yang berwarna kuning, cokelat dan hitam . Tanaman kacang hijau berakar tunggang dengan akar cabang pada permukaan.

2.3 Perkecambahan Kacang Hijau

Perkecambahan adalah proses pertumbuhan embrio dan komponen-komponen biji yang memiliki kemampuan untuk tumbuh secara normal menjadi tumbuhan baru. Komponen biji tersebut adalah bagian kecambah yang terdapat didalam biji, misalnya radikula dan plumula.
Tahapan perkdcambahan :
Perkembangan bij berhubungan dengan aspek kimiawi. Proses tersebut meliputi beberapa tahapan, antara lain imbibisi, sekresi hormon dan enzim, hidrolisis cadangan makanan, pengiriman bahan makanan terlarut dan hormone ke daerah titik tumbuh atau daerah lainnya, serta asimilasi (fotosintetis). Proses penyerapan cairan pada biji (imbibisi) terjadi melalui mikropil. Air yang masuk kedalam kotiledon membengkak. Pembengkakan tersebut pada akhirnya menyebabkan pecahnya testa. Awal perkembangan disahului aktifnya enzim hidrolase (protease, lipase, dan karbohidrase) dan hormone pada kotiledon atau endosperma oleh adanya air. Enzim protease segera bekerja mengubah molekul protein menjadi asam amino. Asalm amino digunakan untuk membuat molekul protein baru bagi membrane sel dan sitoplasma. Timbunan pati di uraikan menjadi maltosa kemudian menjadi glukosa. Sebagian glukosa akan diubah menjadi selulosa, yaitu bahan untuk membuat dinding sel bagi sel-sel yang baru. Bahan makanan terlarut berupa maltosa dan asam amino akan berdifusi ke embrio. Semua proses tersebut memerlukan energi. Biji memperoleh energi melalui pemecahan glukosa saat proses respirasi. Pemecahan glukosa yang berasal dari timbunan pati menyebabkan biji kehilangan bobotnya. Setelah beberapa hari, plumula tumbuh di atas permukaan tanah. Daun pertama membuka dan mulai melakukan fotosintesis.
 Tipe Perkecambahan :
Berdasarkan posisi kotiledon dalam proses perkecambahan dikenal perkecambahan hipogeal dan epigeal. Hipogeal adalah pertumbuhan memanjang dari epikotil yang meyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah. Kotiledon relatif tetap posisinya. Contoh tipe ini terjadi pada kacang kapri dan jagung. Pada epigeal hipokotillah yang tumbuh memanjang, akibatnya kotiledon dan plumula terdorong ke permukaan tanah. Perkecambahan tipe ini misalnya terjadi pada kacang hijau dan jarak. Pengetahuan tentang hal ini dipakai oleh para ahli agronomi untuk memperkirakan kedalaman tanam.

2.4  Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan

A.   Faktor eksternal/lingkungan: faktor ini merupakan faktor luar yang erat sekali hubungannya dengan proses pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa faktor
eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan adalah sebagai berikut:
1.Air dan mineral
2.Kelembaban.
3.Suhu
4.Cahaya
B.   Faktor internal : faktor yang melibatkan hormon dan gen yang akan mengontrol pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. 

2.5 Pengaruh Cahaya
Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya digunakan untuk proses fotosintesis. Cahaya juga berperan dalam proses pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya dapat bersifat sebagai penghambat
(inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Sehingga, proses perkecambahan yang diletaan di tempat yang gelap akan menyebabjan terjadinya
etiolasi.






BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada hari Senin,8 Oktober 2012 di Kelas Akselerasi SMA Unggulan Hafsa BPPT Genggong Pajarakan Probolinggo.
3.2 Variabel
Variabel Bebas :
- Intensitas Cahaya

Variabel Terikat
- Pertumbuhan Kacang Hijau

Variabel Kontrol :
- Air
-Suhu
- Kelembaban

3.3 Alat dan Bahan
Alat :
·         2 gelas Aqua plastik
·         Silet
·         Pena
·         Penggaris
·         Benang

Bahan :
·         20 biji kacang hijau
·         Kapas
·         Air




3.4 Cara Kerja
·         Sediakan 2 gelas botol aqua
·         Potong gelas botol aqua tersebut dengan tinggi yang cukup
·         Masukkan kapas ke dalam masing-masing botol aqua
·         Tetesi air ke dalam botol yang berisi kapas hingga lembab
·         Letakkan 10 biji kacang hijau di masing-masing botol aqua
·         Berilah tanda pada botol aqua untuk setiap biji kacang hijau
·         Lakukan pengamatan terhadap pertumbuhan biji kacang hijau selama 1 minggu
·         Catatlah setiap hari pertambahan tinggi biji kacang hijau pada interval waktu yang sama
·         Buatlah laporan praktikum









BAB IV
DATA HASIL PENGAMATAN

4.1 Tabel Pengamatan
A. Kecambah pada Tempat Terang

Hari ke-1
Hari ke-2
Hari ke-3
Hari ke-4
Hari ke-5
Rata-Rata
Biji 1
-
-
-
-
-
-
Biji 2
0.7 cm
0.8 cm
0.8 cm
0.8 cm
Mati
0.62 cm
Biji 3
-
-
-
-
-
-
Biji 4
0.6 cm
0.6 cm
0.7 cm
0.7 cm
Mati
0.52 cm
Biji 5
0.1 cm
0.5 cm
0.5 cm
0.5 cm
0.5 cm
0.42 cm
Biji 6
-
0.1 cm
0.1 cm
0.1 cm
Mati
0.06 cm
Biji 7
0.3 cm
0.4 cm
0.4 cm
0.4 cm
Mati
0.3 cm
Biji 8
0.5 cm
1.1 cm
1.1 cm
1.1 cm
1.1 cm
0.98 cm
Biji 9
-
0.1 cm
0.1 cm
0.1 cm
Mati
0.06 cm
Biji 10
-
-
-
-
-
-
Rata-Rata
0.22 cm
0.36 cm
0.37 cm
0.37 cm
0.16m


B.   Kecambah pada Tempat Gelap


Hari ke-1
Hari ke-2
Hari ke-3
Hari ke-4
Hari ke-5
Rata-Rata
Biji 1
-
1.5 cm
7 cm
15 cm
24 cm
9.5 cm
Biji 2
1.3 cm
2.5 cm
12 cm
19 cm
22 cm
11.36 cm
Biji 3
1 cm
2 cm
10 cm
11 cm
21 cm
9 cm
Biji 4
0.5 cm
1.5 cm
4 cm
15 cm
21 cm
8.4 cm
Biji 5
0.3 cm
1.7 cm
2.2 cm
15 cm
19 cm
7.64 cm
Biji 6
-
1.5 cm
7 cm
16 cm
22 cm
9.3 cm
Biji 7
0.7 cm
2.1 cm
8 cm
17 cm
21 cm
9.76 cm
Biji 8
-
1.3 cm
6 cm
15 cm
21 cm
8.6 cm
Biji 9
-
2.5 cm
9 cm
17 cm
19 cm
9.5 cm
Biji 10
0.4 cm
2 cm
8 cm
17 cm
22 cm
9.88 cm
Rata-Rata
0.42 cm
1.8 cm
7.3 cm
14.7 cm
21.2 cm






C.   Warna Daun

Warna Daun
Gelap
Terang
Biji 1
Hijau kekuningan
Pucat kekuningan
Biji 2
Hijau kekuningan
Pucat kekuningan
Biji 3
Hijau kekuningan
Pucat kekuningan
Biji 4
Hijau kekuningan
Puccat kekuningan
Biji 5
Hijau kekuningan
Pucat kekuningan
Biji 6
Hijau kekuningan
Pucat kekuningan
Biji 7
Hijau kekuningan
Pucat kekuningan
Biji 8
Hijau kekuningan
Pucat kekuningan
Biji 9
Hijau kekuningan
Pucat kekuningan
Biji 10
Hijau kekuningan
Pucat kekuningan

D.   Warna Batang

Warna Batang
Gelap
Terang
Biji 1
Putih
Keunguan
Biji 2
Putih
Keunguan
Biji 3
Putih
Keunguan
Biji 4
Putih
Keunguan
Biji 5
Putih
Keunguan
Biji 6
Putih
Keunguan
Biji 7
Putih
Keunguan
Biji 8
Putih
Keunguan
Biji 9
Putih
Keunguan
Biji 10
Putih
Keunguan











BAB V
PEMBAHASAN
Pertumbuhan pada sisi tumbuhan yang disinari oleh matahari akan terjadi secara lambat karena adanya hormon auksin dihambat oleh matahari, tetapi sisi tumbuhan yang tidak disinari oleh cahaya matahari pertumbuhannya menjadi sangat cepat. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar. Perkecambahan banyak dipengaruhi oleh faktor cahaya dan hormon, walaupun faktor yang lain ikut mempengaruhi.   Sehingga hal ini akan menyebabkan ujung tanaman tersebut cenderung mengikuti arah sinar matahari atau yang disebut fototropisme.
Untuk tanaman yang diletakkan di tempat yang gelap pertumbuhan tanamannya sangat cepat tetapi tekstur  batangnya sangat lemah dan warnanya  pucat kekuningan karena mengalami etiolasi.  Hal ini disebabkan karena kerja hormon auksin tidak dihambat oleh matahari. Sedangkan untuk tanaman yang diletakkan di tempat yang terang tingkat pertumbuhannya sedikit lebih lambat dibandingkan dengan tanaman yang diletakkan di tempat gelap, tetapi tekstur batangnya sangat kuat dan juga warnanya segar kehijauan
Pada perkecambahan di tempat terang hormon auksin yang terhambat menyebabkan pertumbuhan rata-rata dalam lima hari pada titik primernya yaitu 9 cm, sedangkan pada titik tumbuh primer kecambah yang diletakkan ditempat gelap sebesar  0.5 cm dalam keadaan tidak ada cahaya, auksin merangsang perpanjangan sel-sel sehingga kecambah di tempat gelap tumbuh lebih panjang namun dengan kondisi pucat kekuningan, kurus, dan daunnya tidak berkembang. Sedangkan pada kecambah yang tumbuh di tempat terang, auksin mengalami kerusakan sehingga pertumbuhan kecambah terhambat. Laju tumbuh memanjang pada kecambah tersebut dengan segera berkurang sehingga batang lebih pendek, namun tumbuh lebih kokoh, daun berkembang sempurna, dan berwarna hijau.









BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan

1.    Perkecambahan banyak dipengaruhi oleh faktor cahaya dan hormon, walaupun faktor yang lain ikut mempengaruhi.
2.    Ditinjau dari faktor cahaya, dibuktikan bahwa kacang hijau yang ditempatkan di daerah gelap atau cahaya kurang akan memiliki laju pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan kacang kedelai yang diletakkan di tempat yang terang.
3.    Kecambah yang diletakkan di tempat gelap tumbuh lebih cepat panjang, namun dengan kondisi kekuningan karena kekurangan klorofil , kurus, dan daunnya tidak berkembang.
4.    kecambah yang diletakkan di tempat yang terang tingkat pertumbuhannya sedikit lebih lambat dibandingkan dengan tanaman yang diletakkan di tempat gelap, tetapi tekstur batangnya sangat kuat dan juga warnanya segar kehijauan.
5.    Hormone auksin yang dipengaruhi sedikit atau tanpa cahaya matahari akan merangsang perpanjangan sel-sel pada titik tumbuh primer.
6.    kondisi tumbuhan yang baik akan dialami oleh kacang hijau dengan pengaruh cahaya lebih banyak yaitu tumbuh lebih kokoh, daun berkembang sempurna, dan berwarna hijau namun batang lebih pendek.

6.2 Saran
1.    Dalam melakukan suatu percobaan, lebih baik melakukan percobaan di tempat yang sekiranya tidak ada sesuatu yang mengganggu seperti hama tanaman, hewan, sehingga percobaan akan aman dan berhasil.
2.    Dalam mengukur tinggi kecambah, harus dilakukan dari permukaan tanah hingga ujung batang.
3.    Dalam melakukan percobaan, hendaknya memperhatikan kualitas kacang hijau yang akan ditanam dan memperhatikan kondisi lingkungan yang sesuai dengan apa yang ingin diteliti sehingga hasil percobaan itu baik dan valid.









6.3 Daftar Pustaka

Kimball, John W. 1983. Biologi Edisi Kelima. Terjemahan: Siti Soetarmi dan Nawangsari Sugiri. Edisi kelima. Jakarta: Erlangga.
Tjitroaoepomo,G.1990.Morfologi Tumbuhan.Gajah  MadaUniv.Press.Yogyakarta.Wijayani, Suprih.dkk.tanpa tahun. Petunjuk Praktikum Biologi. Institut Pertanian “Stiper” Yogyakarta.
Wikipedia, Web.2010. Ensiklopedia Bebas telusuran geoogle kategori botani. Yogyakarta.
Zhamal, 2008. Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Biji Kacang Hijau.







LAMPIRAN 1
GAMBAR PENGAMATAN

a.    Awal penanaman biji kacang hijau


b.    Akhir penanaman biji kacang hijau




c.    Alat dan bahan dalam praktikum











LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG HIJAU

4 komentar:

  1. Ijin copas buat referensi... makasih...
    http://my-axes-educate.blogspot.com
    http://Si-EduNet.blogspot.com

    BalasHapus
  2. makasih,, ijin buat referensi...
    nice blog :)

    BalasHapus
  3. warna daunnya salah ya??
    kan yang pucat kekuning-kuningan itu kan di tempat yang gelap bukan di tempat yang terang??

    BalasHapus
  4. makasih yaaa buat referensinyaa

    BalasHapus